Salah satu tantangan utama yang sering dihadapi oleh tim developer saat merancang aplikasi adalah kemungkinan aplikasi tidak berfungsi dengan baik setelah di-deploy.
Dalam hal ini, penggunaan Virtual Machine (VM) dan Container menjadi solusi yang populer dalam mengatasi masalah tersebut.
Singkatnya, VM adalah sumber daya komputasi yang menggunakan perangkat lunak, untuk menjalankan program dan men-deploy aplikasi, sedangkan Container adalah lingkungan yang terisolasi untuk menjalankan aplikasi menggunakan kernel yang sama dengan sistem operasi host.
Kedua teknologi ini tentunya menawarkan pendekatan yang berbeda dalam mengisolasi dan menjalankan aplikasi.
Jadi, apa saja perbedaan Virtual Machine (VM) vs Container? Yuk, simak penjelasannya!
Apa Itu Virtual Machine (VM)?
Virtual machine (VM) adalah lingkungan komputasi virtual yang memungkinkan kamu untuk menjalankan sistem operasi dan aplikasi di atas perangkat keras fisik yang sama tanpa perlu menginstal langsung sistem operasi pada perangkat keras tersebut.
VM menyediakan isolasi yang kuat antara aplikasi yang berjalan di dalamnya, sehingga memungkinkan kamu untuk menjalankan beberapa sistem operasi dan aplikasi yang berbeda secara bersamaan di atas satu mesin fisik.
Untuk menjalankan VM, diperlukan perangkat lunak yang disebut hypervisor. Hypervisor bertanggung jawab untuk mengelola sumber daya perangkat keras dan menyediakan lingkungan yang terisolasi untuk setiap VM.
Hypervisor dapat berupa tipe 1 (bare-metal) yang berjalan langsung di atas perangkat keras fisik tanpa memerlukan sistem operasi host, atau tipe 2 (hosted) yang dijalankan di atas sistem operasi host yang sudah ada.
Selain hypervisor, VM juga membutuhkan sumber daya hardware untuk berjalan, seperti CPU, RAM, dan storage.
Hardware yang digunakan untuk menjalankan VM biasanya harus cukup kuat untuk mendukung beberapa VM yang berjalan secara bersamaan, tergantung pada kebutuhan aplikasi dan sistem operasi yang dijalankan di dalam VM tersebut. Semakin banyak VM yang berjalan, semakin besar pula kebutuhan akan sumber daya perangkat keras.
Keunggulan Virtual Machine (VM)
Virtual machine memiliki beberapa keunggulan, seperti:
- Efisiensi Biaya
VM hanya memerlukan lebih sedikit sumber daya perangkat keras, sehingga kamu tidak memerlukan hard drive atau ruang server tambahan karena satu mesin dapat menghosting beberapa VM dan menjalankan banyak aplikasi. - Keamanan
Karena setiap VM berjalan secara independen, mesin tersebut diisolasi dari mesin lain. Hal ini membantu memberikan tingkat keamanan yang lebih baik untuk setiap mesin, karena malware tidak akan menyebar ke beberapa mesin. - Disaster Recovery
VM memungkinkan untuk membuat salinan cadangan yang konsisten dari sistem operasi, aplikasi, dan data. VM menyediakan isolasi dan snapshot yang memungkinkan untuk dengan cepat memulihkan infrastruktur IT setelah terjadinya error atau kegagalan.
Baca Juga: Disaster Recovery Plan (DRP): Manfaatnya Bagi Setiap Organisasi + Tips Menyusun DRP
Contoh Virtual Machine
1. VMware
VMware sebagai virtual machine merupakan perangkat lunak virtualisasi yang dikembangkan oleh VMware, Inc. Produk utama mereka dalam hal ini adalah VMware vSphere.
2. DCloud
DCloud adalah VM lokal yang berjalan pada infrastruktur komputasi berbasis cloud yang andal. DCloud dapat digunakan untuk berbagai tugas, mulai dari aplikasi ringan hingga yang membutuhkan sumber daya lebih tinggi.
3. VirtualBox
Dikembangkan oleh Oracle, VirtualBox memungkinkan kamu untuk menciptakan VM di atas sistem operasi yang ada, seperti Windows, macOS, Linux, dan lainnya.
Apa Itu Cloud Container?

Cloud Container adalah kontainer yang dijalankan dan dikelola di lingkungan cloud computing. Ini mengacu pada penggunaan teknologi kontainer seperti Docker untuk membuat, mengelola, dan menjalankan aplikasi di dalam lingkungan cloud computing.
Konsep container dalam cloud computing ini adalah tentang membuat kotak atau wadah khusus untuk menjalankan aplikasi dan semua hal yang dibutuhkannya agar dapat berjalan dengan lancar.
Bayangkan saja ada sebuah kotak yang bisa kamu isi dengan aplikasi dan segala sesuatu yang diperlukan oleh aplikasi tersebut, seperti file konfigurasi dan lain-lain.
Kotak ini dapat diangkut ke berbagai tempat tanpa perlu khawatir tentang perbedaan lingkungan di setiap tempat.
Nah, itulah yang dilakukan oleh cloud container.
Di dalam Container, aplikasi berjalan dalam lingkungan yang terisolasi dari lingkungan host lainnya, tetapi tetap berbagi kernel dari host yang sama.
Ini memungkinkan aplikasi untuk berjalan dengan konsisten di berbagai lingkungan cloud atau on-premise tanpa memperhatikan perbedaan infrastruktur atau konfigurasi host.
Dengan menggunakan cloud container, kamu dapat membuat aplikasi menjadi mudah diatur, dipindahkan, dan dijalankan di berbagai platform cloud tanpa masalah. Ini membuat pengembangan dan pengelolaan aplikasi menjadi lebih mudah dan fleksibel.
Keunggulan Cloud Container
1. Efisiensi Sumber Daya
Container memungkinkan kamu untuk menjalankan aplikasi dalam lingkungan terisolasi yang ringan dan efisien. amu dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya komputasi, penyimpanan, dan jaringan, sehingga mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi.
2. Biaya Lebih Sedikit
Dengan menggunakan teknologi container, overhead yang diperlukan untuk menjalankan aplikasi lebih minim karena container berbagi kernel dari host yang sama dan tidak perlu mengalokasikan sumber daya tambahan untuk menjalankan sistem operasi terpisah.
3. Skalabilitas
Container dapat dengan mudah diatur untuk menangani lonjakan traffic atau memperluas aplikasi sesuai kebutuhan. Ini memungkinkan untuk menyesuaikan kapasitas infrastruktur secara dinamis dan memastikan ketersediaan aplikasi.
Contoh Platform Cloud Container
1. Docker
Docker adalah perangkat lunak open-source untuk mengembangkan dan menjalankan aplikasi dalam kontainer. Docker menawarkan isolasi tingkat tinggi, memastikan bahwa aplikasi beroperasi terisolasi dari lingkungan host dan kontainer lainnya.
2. Podman
Podman adalah alat manajemen container open-source yang dikembangkan oleh Red Hat. Sama seperti Docker, Podman memungkinkan kamu untuk membuat, menjalankan, dan mengelola container. Namun, Podman berbeda dalam hal arsitektur, di mana Podman menggunakan pendekatan tanpa daemon.
3. CRI-O
CRI-O adalah runtime container open-source yang dikembangkan oleh Kubernetes. Platform ini dirancang untuk digunakan bersama dengan Kubernetes dan bertanggung jawab untuk membuat dan menjalankan container dalam lingkungan Kubernetes.
Perbedaan Virtual Machine (VM) dan Container

Virtual Machine (VM) dan Container adalah dua teknologi virtualisasi yang berbeda dengan karakteristik dan kegunaan yang berbeda. Berikut adalah perbedaan utama antara keduanya:
1. Ukuran Sumber Daya
Keduanya merupakan teknologi yang dapat digunakan untuk menjalankan aplikasi perangkat lunak. Namun, mereka mempunyai pendekatan yang berbeda.
Container memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan mesin virtual. Hal ini karena container berbagi kernel sistem operasi host, sedangkan masing-masing VM memiliki kernelnya sendiri.
2. Isolasi
Setiap VM menyediakan lingkungan virtual yang terisolasi dan independen, termasuk sistem operasi dan aplikasi. Isolasi ini diperoleh dengan menggunakan hypervisor untuk membagi sumber daya fisik dari host.
Sedangkan, Container menyediakan isolasi yang lebih ringan daripada VM, karena mereka berbagi kernel dari host yang sama.
3. Overhead (Biaya Tambahan)
Karena setiap VM menyediakan sistem operasi lengkap, termasuk kernel, overhead untuk menjalankan VM lebih tinggi dibandingkan dengan container.
Sedangkan, pada container mereka berbagi kernel dari host yang sama, sehingga overhead untuk menjalankan container jauh lebih rendah dibandingkan dengan VM.
Pada intinya, VM menawarkan isolasi yang kuat antara aplikasi yang berjalan, memungkinkan untuk menjalankan beberapa sistem operasi yang berbeda secara bersamaan di atas satu mesin fisik.
Di sisi lain, Container menyediakan solusi yang lebih ringkas dengan menggunakan virtualisasi pada level yang lebih tinggi, memungkinkan aplikasi untuk diisolasi dari infrastruktur host dan dijalankan di lingkungan yang konsisten.
Baca Juga: Cara Mengakses Virtual Machine Melalui Windows dengan MobaXterm
Virtual Machine (VM) vs Container: Mana yang Kamu Butuhkan?
Setelah memahami perbedaan Virtual Machine (VM) vs Container, sebagai developer, kamu pasti dapat lebih mudah untuk mempertimbangkan mana yang lebih cocok untuk kebutuhan proyek bisnis kamu.
Jika kamu mengutamakan isolasi yang kuat dan fleksibilitas dalam menjalankan berbagai sistem operasi, VM mungkin menjadi pilihan yang lebih sesuai. Namun, jika kamu mencari lingkungan yang lebih ringkas, portabel, dan dapat diskalakan dengan mudah, Container mungkin menjadi pilihan yang lebih cocok.
Nah, jika kamu sedang mencari layanan cloud yang menyediakan layanan VM ataupun Container, DCloud lah jawabannya!
DCloud merupakan Virtual Machine (VM) yang berjalan di infrastruktur komputasi awan DCloud yang andal. DCloud cocok digunakan untuk berbagai macam beban pekerjaan mulai dari aplikasi ringan hingga aplikasi dengan kebutuhan sumber daya yang tinggi.
Di DCloud kamu juga dapat menemukan platform Cloud Container, seperti Docker!
Aplikasi Docker tersedia pada DCloud Marketplace yang mempunyai sifat yang eksklusif karena dapat diterapkan pada berbagai jenis aplikasi. DCloud Marketplace juga menyediakan aplikasi asli lainnya, seperti cPanel, WordPress, Webmin, dan masih banyak lagi!

DCloud hadir sebagai solusi untuk menangani permasalahan kamu. Dengan menyediakan infrastruktur cloud seperti server, penyimpanan, dan jaringan virtual, DCloud memberikan layanan cloud computing yang dapat diandalkan.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, yuk segera cari tahu tentang layanan cloud dari DCloud! Jika kamu ingin berlangganan atau mempelajari produk DCloud lebih dalam, kunjungi Customer Portal kami.
Baca Juga: Jelajahi DCloud Lebih Dalam: Pelajari Produk, Solusi, dan Layanan Komputasi Awan Terkelola