YAML adalah singkatan dari YAML ain’t markup language (akronim rekursif), yang menekankan bahwa YAML diperuntukkan bagi data, bukan dokumen.

Bahasa ini diciptakan untuk menyediakan cara yang sederhana dan intuitif untuk merepresentasikan data.

YAML sangat populer di kalangan developer perangkat lunak dan digunakan dalam berbagai aplikasi dan alat-alat pemrograman.

Dalam artikel ini, kita akan membahas apa itu YAML, penggunaannya, serta kelebihannya. Yuk, simak penjelasan selengkapnya!

Apa Itu YAML?

YAML adalah bahasa pemformatan data yang dirancang untuk dibaca oleh manusia.

Dengan strukturnya yang sederhana dan jelas, membuat YAML sangat cocok untuk pengelolaan dan pertukaran data antara sistem yang berbeda.

YAML menggunakan indentasi untuk menandakan struktur data, mirip dengan Python, dan mendukung berbagai jenis data seperti string, angka, daftar, dan peta.

Selain itu, YAML merupakan superset dari JSON, yang berarti file JSON valid dalam YAML.

Baca Juga: Apa Itu JSON? Pahami Definisi dan Contoh Penggunaannya 

Penggunaan YAML

YAML juga sering digunakan dalam berbagai konteks, seperti:

  • File Konfigurasi

    Banyak aplikasi dan layanan menggunakan YAML untuk konfigurasi, misalnya, file konfigurasi untuk Kubernetes (k8s), Docker Compose, dan Ansible.

  • Manajemen Infrastruktur sebagai Kode (Infrastructure as Code)

    YAML digunakan dalam alat manajemen infrastruktur seperti Ansible, Kubernetes, dan Docker Compose untuk mendefinisikan konfigurasi dan pengaturan lingkungan infrastruktur.

  • CI/CD Pipelines

    YAML digunakan dalam alat Continuous Integration/Continuous Deployment (CI/CD) seperti GitLab CI, GitHub Actions, dan CircleCI untuk mendefinisikan pipeline otomatisasi.

  • Data Serialization

    YAML digunakan untuk serialisasi data dalam berbagai bahasa pemrograman, memungkinkan data untuk disimpan dan ditransfer dalam format yang mudah dibaca manusia.

  • Definisi API

    YAML digunakan untuk mendefinisikan spesifikasi API, seperti dalam OpenAPI (sebelumnya dikenal sebagai Swagger), yang digunakan untuk mendokumentasikan dan merancang API.

  • Dokumentasi dan Metadata

    YAML digunakan untuk menyimpan metadata dan konfigurasi dalam berbagai sistem dokumentasi dan blog, seperti Jekyll dan Hugo, di mana file YAML sering digunakan untuk front matter.

Baca Juga: Ketahui Apa Itu Docker: Panduan Lengkap Teknologi Kontainer

Syntax YAML

YAML menghindari penggunaan simbol format umum seperti kurung kurawal ( { } ), tanda kurung siku ( [ ] ), tag penutup, atau tanda kutip kecuali jika diperlukan.

Beberapa karakter yang sering digunakan dalam YAML adalah:

  • ( : ) untuk memisahkan kunci dan nilai dalam objek (mirip dengan dictionary di Python).
  • ( ) untuk menandai item dalam daftar.
  • ( # ) untuk komentar.

Namun, YAML mendukung penggunaan tanda kutip ganda ( ) atau tanda kutip tunggal ( ‘ ) jika ada kebutuhan untuk menuliskan string yang mengandung karakter khusus atau spasi awal/akhir.

Kurung kurawal dan kurung siku juga bisa digunakan untuk format inline list atau dictionary jika diperlukan, tetapi ini bukan praktik umum.

Berikut merupakan contoh sederhana file YAML:

Pada contoh di atas, YAML digunakan untuk membuat daftar peralatan dapur.

Dokumen dimulai dengan komentar yang menjelaskan bahwa ini adalah daftar peralatan dapur dan menunjukkan bahwa karakter – digunakan untuk menandai item dalam daftar. Tanda (—) menunjukkan awal dokumen YAML.

Daftar ini terdiri dari dua item utama, yaitu utensils dan cookware.

Utensils berisi satu item yaitu spoon. Sedangkan cookware terdiri dari beberapa kategori: pans, pots, bakeware, dan small_appliances, masing-masing dengan itemnya sendiri, seperti frying_pan, stock_pot, baking_sheet, dan blender.

YAML menggunakan indentasi untuk menandai hierarki dan struktur data, sehingga mudah dipahami dan ditulis ulang oleh manusia.

Kelebihan YAML

  1. Mudah Dibaca oleh Manusia

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, format YAML yang bersih dan terstruktur membuat mudah dibaca dan dipahami oleh manusa, bahkan bagi mereka yang tidak memiliki latar belakang teknis yang kuat.

  2. Mendukung Struktur Data Kompleks

    YAML dapat merepresentasikan struktur data yang kompleks, termasuk peta (map), daftar (list), dan skalar (scalar).

  3. Integrasi dengan Bahasa Pemrograman

    YAML memiliki dukungan yang luas di berbagai bahasa pemrograman seperti Python, Ruby, dan Java, yang memudahkan pengembang dalam mengintegrasikan YAML ke dalam aplikasi mereka.

  4. Sederhana

    Tidak seperti JSON atau XML, YAML tidak menggunakan kurung atau tanda petik untuk menandai struktur data, yang membuatnya lebih bersih dan mudah dipahami.

Baca Juga: Perbedaan Lua dan Python: Mana yang Harus Kamu Pilih?

Kesimpulan

YAML adalah bahasa markup yang sederhana dan efektif, dirancang untuk menyimpan dan mengkonfigurasi data dengan cara yang mudah dibaca oleh manusia.

Dengan fitur-fitur seperti kemudahan membaca dan menulis, dukungan untuk tipe data kompleks, dan kompatibilitas dengan banyak alat dan bahasa pemrograman, YAML menjadi pilihan yang populer di kalangan pengembang.

Baca Juga: Kubernetes VS OpenStack: Mana yang Harus Kamu Pilih?

About The Author

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsApp