Data menjadi salah satu aset paling berharga di era digital saat ini. Setiap aplikasi, website, hingga sistem bisnis modern membutuhkan tempat untuk menyimpan dan mengelola data secara efisien. Disinilah peran MySQL menjadi sangat penting.
MySQL adalah salah satu sistem manajemen basis data yang paling populer di dunia. Banyak digunakan oleh perusahaan kecil hingga raksasa teknologi, MySQL dikenal karena kecepatan, keandalan, dan sifat open source-nya. Dengan MySQL, kamu bisa membuat aplikasi yang mampu menyimpan jutaan data dan menjalankan kueri dengan cepat.
Jika kamu tertarik mengembangkan aplikasi web atau bekerja di bidang IT, memahami MySQL adalah langkah awal yang penting. Mari kita kenali apa itu MySQL, bagaimana sistem ini bekerja serta tata cara instalasinya di Linux.
Pengertian MySQL
MySQL adalah salah satu Relational Database Management System (RDBMS) paling populer di dunia. Umumnya dipasang sebagai bagian dari stack popular seperti LAMP (Linux, Apache, MySQL, PHP) atau WAMP (Windows, Apache, MySQl, PHP).
Serupa dengan RDBMS lainnya, MySQL menggunakan Structured Query Language (SQL) yang merupakan bahasa pemrograman untuk mendefinisikan, mengontrol, dan memanipulasi data dalam sebuah database secara efisien.
Kenapa MySQL?
Ada beberapa alasan mengapa MySQL merupakan pilihan banyak pengguna, salah satunya adalah MySQL sudah dipercaya oleh banyak perusahaan besar seperti Facebook, Twitter, LinkedIn, dan YouTube untuk menjalankan situs web mereka.
Berikut ini beberapa alasan lain kenapa MySQL begitu popular:
- Open Source – Berarti MySQL dapat digunakan secara bebas tanpa biaya lisensi.
- Komunitas besar – MySQL memiliki komunitas pengguna yang besar, sehingga mudah untuk mendapatkan dukungan dari sesama pengguna.
- Performa – Performa MySQL telah teruji, hal ini dibuktikan dengan penggunaan MySQL oleh perusahaan besar seperti disebutkan di atas.
- Integrasi mudah – Dengan menjadi bagian dari stack popular seperti LAMP dan WAMP hal tersebut menjadi indikasi kemudahan integrasi dengan berbagai macam aplikasi pemrograman.
Cara Menginstal MySQL di Linux
Pada kesempatan kali ini, kita akan mencoba untuk menginstal MySQL pada sistem operasi Linux dengan distro Ubuntu 22.04. Pada akhir tutorial, kamu akan memiliki sebuah relational database yang dapat digunakan oleh aplikasi.
Pra-syarat
Sebelum memulai instalasi, untuk dapat mengikuti tutorial ini kamu membutuhkan:
- Sebuah server baik fisik ataupun virtual dengan sistem operasi Linux, pada contoh ini kami Ubuntu 22.04.
- Koneksi internet.
Instalasi MySQL
Pada sistem operasi Ubuntu 22.04, kamu bisa menginstal MySQL menggunakan perintah apt. Pada saat penulisan tutorial, versi MySQl yang tersedia pada repositori adalah versi 8.0.41.
Untuk menginstal MySQL, sebelumnya kita akan meng-update repositori terlebih dahulu.
[root@localhost ~]$ sudo apt update

Berikutnya kita akan melakukan instalasi modul mysql-server dengan menjalankan perintah berikut:
[root@localhost ~]$ sudo apt install mysql-server
Setelah proses download selesai, pastikan mysql-server sedang berjalan dengan menjalankan perintah berikut:
[root@localhost ~]$ sudo systemctl start mysql.service
Perintah-perintah ini akan mengunduh, menginstal, dan menjalankan MySQL. Untuk melakukan verifkasi instalasi, dengan menjalankan perintah dibawah ini:
[root@localhost ~]$ sudo mysql
Hasilnya adalah seperti gambar berikut, dimana kamu akan masuk ke mode command-line interface dari MySQL.

Sampai disini, kamu sudah berhasil menginstal MySQL dan masuk ke MySQL server menggunakan command-line interface. Agar bisa keluar dari mode command-line interface MySQL, kamu bisa jalankan perintah berikut.
mysql> exit
Cukup sederhana bukan? Dengan begitu, kamu sudah memiliki sistem pengelolaan database MySQL. Cara lain untuk menguji apakah MySQL sudah berjalan dengan benar, kamu bisa periksa statusnya dengan menjalankan perintah berikut.
[root@localhost ~]$ systemctl status mysql.service
Hasilnya kurang lebih seperti berikut:

Pada output di atas, tertera bahwa status server MySQL sedang active (running). Ini artinya, server MySQL sudah aktif dan berjalan. Jika MySQL masih tidak berjalan, user dapat memulainya dengan menjalankan perintah seperti dibawah ini:
[root@localhost ~]$ sudo systemctl start mysql.service
Langkah berikutnya, kamu perlu melakukan konfigurasi awal untuk mengamankan mysql-server, bagaimana caranya? Nantikan pada postingan berikutnya.
Kesimpulan
Dikarenakan fleksibilitas, kemudahan dan penerapan penggunaan SQL dalam berbagai bidang terkait data, bahasa pemrograman ini dapat digunakan dimana saja. Dengan mempelajari SQL, kamu bisa menerima banyak manfaat terkait dengan database atau pembuatan aplikasi, situs web, perangkat lunak, hingga pengolahan data untuk big data.
Untuk mempermudah proses tersebut, DCloud menyediakan layanan DCloud RDB untuk memberikan kemudahan dan keamanan dalam pengelolaan sebuah database. DCloud RDB telah mencakup provisioning, konfigurasi, hingga pemantauan database, sehingga kamu tidak perlu lagi memikirkan pengelolaan sistem operasi, teknis database yang kompleks dan dapat fokus pada kode aplikasi dan sistemnya saja.
rasakan langsung kemudahan dan keamanan dalam mengelola database dengan DCloud RDB. Hubungi sales@dcloud.co.id atau kontak langsung untuk informasi lebih lanjut.