Kemampuan untuk berbagi file secara cepat dan efisien sangat penting, terutama bagi organisasi dan individu yang bekerja di lingkungan jaringan komputer.
Salah satu protokol yang sudah lama digunakan untuk kebutuhan ini adalah FTP, atau File Transfer Protocol.
Meskipun FTP bukan teknologi baru, kemampuannya dalam mentransfer file antarperangkat di jaringan tetap relevan hingga saat ini.
Dalam artikel ini, kita akan membahas FTP dari berbagai sisi, termasuk pengertian, fungsi, cara kerja, kelebihan dan kekurangannya, serta bagaimana cara menggunakannya dengan mudah.
Yuk, simak selengkapnya!
Baca Juga: Apa Itu Network File System (NFS) dan Peran Pentingnya dalam Cloud Computing
Pengertian FTP
FTP (File Transfer Protocol) adalah protokol standar yang digunakan untuk mengirim dan menerima file antar perangkat dalam jaringan TCP/IP, seperti internet. Protokol ini memungkinkan pengguna untuk memindahkan file dari komputer ke server, atau sebaliknya, dengan cara yang efisien.
Saat mengakses internet, kita sebenarnya menggunakan berbagai jenis protokol untuk berbagai fungsi.
Sebagai contoh, untuk menjelajahi halaman web, kita menggunakan protokol HTTP (Hypertext Transfer Protocol), yang dirancang khusus untuk mentransmisikan data dalam bentuk halaman web.
FTP, di sisi lain, berbeda dari HTTP karena dirancang khusus untuk transfer file, bukan untuk menampilkan konten.
Dengan FTP, pengguna dapat mengunggah (upload) atau mengunduh (download) file, serta mengatur struktur file di server seperti membuat direktori, menghapus, atau mengganti nama file. Hal ini sangat berguna bagi web developer, administrator server, dan pengguna lain yang membutuhkan akses langsung ke file di server.
Perlu kamu ketahui, FTP ini bekerja dalam model client-server, yang berarti ada dua pihak yang berinteraksi, yaitu perangkat client (yang mengirim atau menerima file) dan server (tempat file disimpan atau diambil).
Baca Juga: OSI Model VS TCP/IP Model: Apa Perbedaannya?
Apa Bedanya FTP dengan FTPS & SFTP?
Ketika mendengar FTP, mungkin kamu juga pernah mendengar istilah FTPS. Nah, FTPS (FTP Secure) & SFTP (SSH File Transfer Protocol) ini adalah varian FTP yang lebih aman.
FTPS menambahkan lapisan enkripsi dengan SSL/TLS untuk melindungi data yang ditransfer, sementara SFTP menggabungkan protokol FTP dengan SSH (Secure Shell) untuk meningkatkan keamanan.
Fungsi FTP
Fungsi utama FTP adalah mengelola dan mentransfer file antara perangkat pengguna dan server. Beberapa fungsi utamanya meliputi:

-
Transfer File
FTP memungkinkan transfer file besar dari komputer ke server atau sebaliknya, yang sangat berguna bagi para web developer atau admin jaringan.
-
Pengelolaan File
FTP memberikan akses untuk melihat, menghapus, memindahkan, atau mengganti nama file di server.
-
Backup Data
FTP bisa digunakan untuk membuat cadangan data dengan mengunduh seluruh file dari server ke perangkat lokal.
-
Berbagi File
FTP memungkinkan pengguna untuk berbagi file besar antar pengguna melalui server yang sama.
Baca Juga: Apa Itu Cloud Backup? Pengertian, Cara Kerja, dan 4 Alasan Kenapa Harus Memilihnya
Cara Kerja FTP dan Port yang Digunakan
Cara kerja FTP menggunakan model client-server, yang berarti terdapat dua pihak yang berinteraksi, yaitu perangkat client (yang mengirim atau menerima file) dan server (tempat file disimpan atau diambil).
Dalam model ini, client mengirimkan permintaan ke server, kemudian server merespons permintaan tersebut sesuai instruksi.
Proses transfer data dalam FTP bisa dilakukan dalam dua mode, yaitu Mode Aktif dan Mode Pasif. Mode Aktif lebih cepat tetapi lebih rentan terhadap firewall, sedangkan Mode Pasif lebih aman tetapi mungkin lebih lambat.
FTP bekerja dengan menggunakan dua port utama, yaitu port 21 dan port 20:
- Port 21: Port ini digunakan untuk koneksi kontrol. Semua perintah, seperti login, daftar file, atau mengunduh file, dikirim melalui port ini. Port 21 bertindak sebagai saluran komunikasi utama antara client dan server FTP.
- Port 20: Port ini digunakan khusus untuk transfer data. Setelah perintah dikirim melalui port 21 dan server FTP memberikan izin, data file yang akan diunduh atau diunggah dikirim melalui port 20.
Baca Juga: Mengenal Apa Itu Cloud Server, Kelebihan & Cara Kerja
Cara Menggunakan FTP
Untuk menggunakan FTP, pengguna memerlukan aplikasi atau software FTP seperti FileZilla, Cyberduck, atau aplikasi FTP bawaan dari sistem operasi. Berikut langkah-langkah dasarnya:
-
Unduh dan Pasang Aplikasi FTP
Pilih aplikasi FTP yang sesuai. FileZilla adalah salah satu yang paling populer karena mudah digunakan dan gratis.
-
Hubungkan ke Server
Buka aplikasi FTP, lalu masukkan alamat server (IP atau nama domain), username, password, dan port (biasanya 21). Setelah itu, klik ‘Connect’.
-
Kelola File
Setelah terhubung, kamu akan melihat dua panel, panel kiri untuk perangkat lokal dan panel kanan untuk server. Kamu bisa mengunggah, mengunduh, memindahkan, atau mengganti nama file sesuai kebutuhan.
-
Akhiri Koneksi
Setelah selesai mengelola file, pastikan untuk keluar agar koneksi terputus dengan aman.
Kelebihan FTP
Menggunakan FTP punya beberapa keuntungan, di antaranya:
- Cepat dan Efisien. FTP lebih cepat dibandingkan transfer file lewat email atau browser biasa, terutama untuk file besar.
- Bisa Mengirim File Besar. FTP mendukung pengiriman file ukuran besar dengan lebih stabil, jadi jarang gagal di tengah jalan.
- Dapat Diotomatisasi. Kamu bisa menjadwalkan transfer file secara otomatis, misalnya untuk backup rutin.
- Kompatibel dengan Banyak Sistem. FTP bisa digunakan di Windows, MacOS, atau Linux, jadi tidak perlu khawatir tentang kompatibilitas.
Kekurangan FTP
Namun, FTP juga punya kelemahan, di antaranya:
- Login Terbatas: Jika server FTP tidak diamankan dengan benar, siapa pun bisa mengakses file yang ada di dalamnya.
- Tergantung Koneksi Stabil: Transfer file bisa gagal jika koneksi internet tidak stabil, dan file besar bisa rusak jika transfer terputus.
- Tidak Mendukung Enkripsi: Data yang dikirim tidak dienkripsi, sehingga rentan terhadap serangan siber.
Kesimpulan
Sekarang kamu sudah tahu apa itu FTP, bukan? Pada intinya, FTP adalah cara yang mudah dan cepat untuk mengirim atau mengambil file antar perangkat di jaringan.
Dengan FTP, kamu bisa mengirim file besar, backup data, atau mengelola file di server dengan lebih mudah. Tapi ingat, FTP standar kurang aman karena tidak ada enkripsi data.
Jika butuh keamanan lebih, pertimbangkan untuk menggunakan SFTP atau FTPS (Secure File Transfer Protocol) yang lebih aman.
Jadi, meskipun FTP terdengar teknis, sebenarnya ini hanya cara lain untuk memindahkan file.
Baca Juga: 7 Alasan DCloud Jadi Solusi Tepat untuk Transformasi Digital Bisnis Kamu