Banyak bisnis sudah merasa aman begitu mereka punya backup data. Tapi, coba bayangkan ini, server utama tiba-tiba rusak karena banjir, lalu sistem operasional mati total. Data memang tersimpan aman di backup, tapi berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan semuanya dan kembali beroperasi seperti semula?

Inilah momen di mana Disaster Recovery (DR) berperan. Karena punya backup data saja tidak cukup untuk menjaga keberlangsungan bisnis kamu.

Baca Juga: Jangan Biarkan Bisnis Kamu Lumpuh, Ini Pentingnya Disaster Recovery!

Backup Data: Pondasi Perlindungan, Tapi Bukan Solusi Lengkap

Backup data memang penting, bahkan wajib, karena berfungsi sebagai salinan cadangan dari seluruh data penting perusahaan. Jika file hilang, terhapus, atau terkena serangan ransomware, backup bisa menjadi penyelamat utama.

Namun, fungsi backup data biasanya hanya sebatas menyimpan. Ia tidak menjamin seberapa cepat bisnis kamu bisa pulih setelah terjadi gangguan. Misalnya, kalau server utama mati dan seluruh sistem perlu di-restore manual dari backup, proses itu bisa memakan waktu berjam-jam, bahkan berhari-hari.

Dalam dunia bisnis, downtime sepanjang itu bisa berarti kehilangan pelanggan, pendapatan, dan reputasi.

Disaster Recovery: Strategi untuk Pulih Lebih Cepat

Berbeda dengan sekadar backup data, Disaster Recovery adalah strategi menyeluruh yang mencakup proses, teknologi, dan rencana tindakan agar bisnis tetap berjalan meski terjadi bencana, baik bencana alam, serangan siber, maupun kegagalan sistem.

Tujuan utama Disaster Recovery bukan hanya menyelamatkan data, tetapi juga mengembalikan operasional bisnis secepat mungkin.

Beberapa komponen penting dalam strategi Disaster Recovery meliputi:

  • Rencana pemulihan sistem dan aplikasi: menentukan prioritas layanan yang harus dipulihkan terlebih dahulu.
  • Infrastruktur cadangan (secondary site): lokasi alternatif tempat sistem bisa langsung dijalankan bila pusat data utama gagal.
  • Uji coba berkala: memastikan strategi DR benar-benar bisa diandalkan saat

Dengan kata lain, backup data menyelamatkan informasi kamu, sementara Disaster Recovery menyelamatkan bisnis kamu

Bayangkan Dua Skenario

  • Perusahaan A hanya punya backup data. Ketika sistemnya diserang ransomware, mereka butuh waktu dua hari untuk mengembalikan semua data dan menjalankan aplikasi Dalam waktu itu, operasional berhenti total dan pelanggan pindah ke kompetitor.
  • Perusahaan B punya backup data dan strategi Disaster Begitu serangan terjadi, sistem otomatis berpindah ke lingkungan cadangan (DR site) dalam hitungan menit. Bisnis tetap berjalan tanpa gangguan berarti.

Maka dari itu, selain melakukan backup data, setiap perusahaan juga perlu memiliki strategi Disaster Recovery yang terencana dengan baik.

Tujuannya bukan hanya untuk menyimpan data, tapi untuk memastikan sistem bisa pulih cepat dan bisnis tetap berjalan tanpa gangguan saat terjadi bencana atau kegagalan sistem.

Baca Juga: Data Breach adalah Ancaman Nyata di Era Digital: Kenali Bagaimana Cara Mencegahnya

DBackup dan DReplicate: Solusi Komprehensif untuk Perlindungan Data dan Keberlangsungan Bisnis

DCloud menghadirkan dua solusi yang saling melengkapi untuk membangun ketahanan IT bisnis kamu:

  • DBackup: Backup as a Service berbasis cloud yang melindungi aplikasi, database, dan server tanpa membebani performa.
  • DReplicate: Disaster Recovery as a Service yang menjamin kelangsungan bisnis kamu tetap terjaga saat terjadi bencana atau kegagalan sistem.

Dengan DBackup dan DReplicate dari DCloud, kamu tidak hanya mengamankan data, kamu memastikan bisnis tetap hidup, apa pun yang terjadi.ak hanya menjaga data tetap aman, tapi juga menjaga bisnis tetap hidup.

About The Author

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsApp