Seperti yang telah diketahui, ekosistem Linux masih terus melakukan pembaruan dan pengelolaan paket-paket (package) sebagai bagian integral dari pengalaman pengguna. Dua tools yang sering digunakan adalah APT (Advanced Package Tool) dan APT-GET.
Keduanya sering digunakan secara bergantian dengan perbedaan mendasar dari segi fungsi dan cara berinteraksi dengan sistem. Berikut akan dijelaskan apa itu APT dan APT-GET serta bagaimana peran mereka dalam manajemen paket di sistem Linux, beserta perbedaan utama keduanya.
Apa Itu APT dan Bagaimana Cara Kerjanya?
APT (Advanced Packaging Tool) adalah kumpulan software yang terdapat dalam paket. APT dianggap sebagai kerangka kerja manajemen paket pada sistem operasi Linux, khususnya untuk distribusi yang berbasis Debian dan turunannya seperti Ubuntu.
APT bisa dikatakan sebagai pembaruan dari Advanced Packaging Tool standar untuk seluruh distro Linux berbasis Debian. APT pertama kali dirilis pada distribusi Debian 8 (Jessie) pada 2014 untuk menyempurnakan versi terdahulunya.
Sebagian besar APT adalah C++ library dengan isi program baris perintah untuk mengelola paket perangkat lunak seperti APT, APT-GET, dan APT-Cache. Paket APT berisi beberapa distribusi Debian yang akan kamu dapatkan secara default.
APT dan DPKG—sebagai salah satu fitur utama APT—juga dapat dilihat sebagai front-end. Misalnya digunakan untuk develop interface suatu aplikasi yang lebih ramah pengguna. Tools APT biasanya menangani hubungan package-to-package dan erat kaitannya dengan dependensi.
APT juga membantu pengambilan keputusan pemilihan paket untuk perencanaan upgrade ke versi yang lebih tinggi. Sedangkan, DPKG bekerja menangani operasi sistem dengan paket khusus.
Salah satu fitur utama APT, yaitu DPKG bisa membantu kamu mengurutkan daftar paket yang akan diinstal atau dihapus secara topologi. Cara kerja pada paket APT melibatkan beberapa fitur meliputi:
- Repositori: Repositori, biasanya dikelola oleh distributor Linux atau organisasi lain yang bertanggung jawab atas distribusi, berisi informasi tentang paket yang dapat diunduh dan diinstal. Informasi ini termasuk metadata seperti nama, versi, deskripsi, dependensi, dan URL tempat paket dapat diunduh.
- Update Indeks Paket: Sebelum memulai operasi manajemen paket, APT perlu melakukan update indeks paket dengan perintah APT update. Prosedur ini mengubah informasi tentang paket-paket yang tersedia dalam repositori, sehingga pengguna mendapatkan daftar terbaru dari paket-paket yang tersedia dan versi-versinya.
- Pencarian Paket: APT menggunakan indeks yang telah diperbarui untuk mencari paket yang sesuai dengan permintaan pengguna ketika mereka ingin menginstal atau mengelola paket tertentu. Pengguna dapat melakukan pencarian paket menggunakan perintah seperti apt search atau apt-cache search.
- Resolusi Dependensi: Sebelum menginstal paket, APT memeriksa dependensi yang diperlukan. Jika paket membutuhkan dependensi tambahan, APT akan memastikan dependensi terpenuhi. Jika tidak, APT akan mencoba menyelesaikan dependensi tersebut dengan mengunduh dan menginstal paket tambahan yang diperlukan.
- Pengunduhan dan Instalasi Paket: Setelah dependensi terpenuhi, APT akan mengunduh paket-paket yang dipilih dan menginstalnya di sistem. Proses ini dilakukan dengan perintah seperti apt install, apt-get install, atau perintah serupa.
- Manajemen Pembaruan: APT memperbarui paket yang sudah terinstal dengan menggunakan perintah apt upgrade atau apt-get upgrade, yang akan memeriksa versi paket yang terinstal dan memperbaruinya ke versi terbaru yang tersedia di repositori.
- Penghapusan Paket: APT memberi pengguna kemampuan untuk menghapus paket-paket yang tidak lagi diperlukan dari sistem dengan menggunakan perintah seperti apt remove atau apt-get remove.
Seluruh proses ini diatur oleh APT dengan memanfaatkan struktur dan metadata yang tersedia di repositori, sehingga pengguna dapat dengan mudah mengelola paket-paket di sistem Linux mereka.
Apa Itu APT-GET dan Bagaimana Cara Kerjanya?
APT-GET adalah salah satu perintah yang termasuk dalam kerangka kerja manajemen paket APT (Advanced Packaging Tool). Meskipun keduanya terkait erat, ada beberapa perbedaan dalam cara kerja APT-GET dibandingkan dengan APT secara keseluruhan.
APT-GET bisa dikatakan sebagai dasar pengembangan APT yang pertama kali dirilis untuk distribusi Debian 2.0 (Hamm) pada tahun 1998, dengan tugas-tugas yang terfokus pada pengunduhan dan instalasi paket, menghapus, dan mengelola paket-paket di sistem.
APT-GET juga digunakan untuk pencarian paket, penambahan repositori, dan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan manajemen paket-paket perangkat lunak di sistem Linux. Berikut adalah cara kerja pada paket APT meliputi:
- Mendapatkan Daftar Paket: APT-GET mengambil daftar paket yang tersedia dari repositori sistem yang telah dikonfigurasi. Paket ini secara teratur disimpan dan diperbarui di repositori yang tersedia. Daftar ini berisi informasi tentang paket-paket yang saat ini tersedia, versi terbaru, dan dependensi, dan lain-lain.
- Mengambil Keputusan: Setelah mendapatkan daftar paket, APT-GET memeriksa apakah ada perubahan yang perlu diterapkan pada sistem, mencakup instalasi paket baru, pembaruan paket yang sudah ada, atau penghapusan paket yang tidak diperlukan lagi. Selanjutnya, berdasarkan permintaan pengguna atau perubahan yang diperlukan pada sistem, APT-GET membuat keputusan tentang tindakan apa yang harus diambil.
- Pengunduhan Paket: Jika APT-GET memilih untuk menginstal atau memperbarui paket, adalah mengunduh paket-paket yang diperlukan dari repositori yang sesuai. Ini termasuk paket utama dan dependensi yang diperlukan untuk memastikan paket yang dipilih beroperasi dengan baik.
- Instalasi dan Konfigurasi: Setelah paket-paket telah diunduh, APT-GET akan menginstalnya pada sistem. Ini melibatkan ekstraksi file, penataan struktur direktori, dan konfigurasi paket-paket yang diinstal. Proses ini juga mencakup memenuhi dependensi yang diperlukan untuk memastikan semua paket dapat berjalan dengan baik.
- Pemeliharaan: Selain itu, APT-GET juga digunakan untuk melakukan pemeliharaan pada paket-paket yang telah diinstal, seperti menghapus paket yang tidak diperlukan lagi atau memperbarui paket-paket ke versi yang lebih baru saat mereka tersedia.
APT-GET merupakan tools yang canggih, namun dalam penggunaannya mohon untuk periksa dependensi paket sebelum menginstalnya, dan buat cadangan sistem sebelum melakukan perubahan besar.
Mengingat APT-GET dirilis sebagai langkah awal APT, saat inu penggunaannya sudah secara bertahap digantikan oleh APT. APT menawarkan beberapa keunggulan dibandingkan APT-GET, seperti sintaks yang lebih sederhana dan kinerja yang lebih baik.
Perbedaan APT dan APT-GET: Contoh Command dan Kinerjanya

Perbedaan mendasar dari keduanya dapat disimpulkan dengan APT yang dirilis untuk distribusi Debian 8 (Jessie) pada tahun 2014, menyempurnakan APT-GET yang pertama kali dirilis untuk distribusi Debian 2.0 (Hamm) pada tahun 1998.
Dari segi fungsi utama, APT adalah kerangka kerja manajemen paket yang lebih luas dan mencakup berbagai perintah yang terbaru terutama dalam manajemen tindak lanjut yang lebih baik dan kemampuan resolusi konflik yang lebih baik. Sedangkan APT-GET memiliki perintah kerja spesifik untuk mengunduh dan menginstal paket-paket saja.
Dengan hal tersebut, sintaksis dari APT-GET juga lebih sederhana dan langsung, dibandingkan dengan APT yang memiliki sintaksis yang lebih kaya dan fleksibel, yang mencakup berbagai operasi manajemen paket.
Akan tetapi, APT-GET biasanya lebih mudah dimengerti oleh pengguna baru atau yang kurang berpengalaman karena fokusnya yang lebih sempit. Berbeda dengan, APT yang memiliki kerangka kerja manajemen paket yang lebih luas, mungkin terasa lebih abstrak dan kompleks bagi pengguna yang baru mengenalnya.
Selain itu, kita dapat melihat perbedaan yang lebih signifikan antara comand APT dan APT-GET ketika kita mencoba memperbarui file cache. Ubuntu dan distribusi Linux berbasis Debian mulai menggunakan Advanced Packaging Tool (APT) untuk mengelola paket, yaitu menggunakan command (perintah) APT.
Apt adalah utilitas command-line untuk sistem manajemen paket yang menggabungkan perintah yang paling banyak digunakan dari APT-GET dan APT-Cache. Selain itu, apt dirancang untuk memiliki interface pengguna yang interaktif.
Meskipun apt memiliki beberapa opsi perintah yang mirip dengan dua lainnya, apt tidak sepenuhnya kompatibel dengan perintah ini. Oleh karena itu, kita tidak bisa begitu saja mengganti APT-GET dengan perintah apa pun.
Command APT memiliki opsi pengaturan yang sedikit berbeda dibandingkan perintah APT-GET yang setara. Tabel berikut menunjukkan command yang berbeda antara apt dan apt-get:

Command di atas sama-sama ditujukan untuk melakukan hal yang sama. apt dirancang untuk penggunaan interaktif. Lebih suka menggunakan apt-get dan apt-cache di skrip shell kamu karena keduanya masih kompatibel antara versi yang berbeda dan memiliki lebih banyak opsi dan fitur.
Selain command di atas, sebagian besar perintah apt harus dijalankan sebagai pengguna dengan hak sudo dengan penambahan “sudo” di depan. Misalnya sudo apt full-upgrade untuk melakukan upgrade full paket yang dipilih.
Dengan demikian, meskipun APT-GET adalah bagian penting dari kerangka kerja APT, ia memiliki fokus dan penggunaan yang sedikit berbeda dibandingkan dengan APT secara keseluruhan. APT-GET lebih terfokus pada tugas-tugas pengunduhan dan instalasi paket, sementara APT menyediakan kerangka kerja yang lebih luas untuk manajemen paket pada sistem Linux.